ISBN : 978-623-8549-15-3
Dewasa ini, secara tidak langsung kita hidup bersama dengan masalah umum
dalam perawatan prakonsepsi seperti akseptor dan rendahnya minat masyarakat
terhadap keluarga berencana, masih banyak pula masyarakat kita yang belum
mencapai berat badan yang optimal, ataupun pengabaian terhadap skrining dan
pengobatan untuk penyakit menular. Bahkan pengetahuan dalam memperbarui
imunisasi yang tepat juga cukup rendah, belum lagi ketika proses kehamilan
terjadi belum ada kemauan untuk meninjau obat untuk efek teratogenik dan
konsumsi suplemen asam folat, padahal ini semua dapat dilakukan dalam rangka
upaya pengendalian penyakit kronis sangat penting untuk mengoptimalkan hasil
kehamilan, baik ibu dan janin serta ketenangan seluruh keluarga.
Pada kenyataannya program-program terkait pelayanan kesehatan prakonsepsi
belum dimanfaatkan secara maksimal, hal ini juga turut disebabkan Wanita Usia
Subur (WUS) belum memiliki cukup informasi dan akses terhadap kesehatan
prakonsepsi yang mereka butuhkan. Kesehatan prakonsepsi merupakan aspek
esensial sebagai bagian dari upaya asuhan primer dan preventif, bukan hanya
ditujukan pada perempuan yang sudah menikah saja, namun juga bagi
perempuan yang belum menikah termasuk remaja dan dewasa muda, untuk
dapat menciptakan kesehatan prakonsepsi dapat dilakukan melalui skrining
prakonsepsi. Skrining prakonsepsi sangat berguna dan memiliki efek positif
terhadap kesehatan ibu dan anak.
Skrining prakonsepsi adalah asuhan yang diberikan sebelum kehamilan dengan
tujuan mempermudah seorang wanita mencapai tingkat kesehatan yang optimal
sebelum ia mengandung. Dalam buku ini akan diperjelas evidence based yang
terjadi di masyarakat serta apa saja langkah-langkah dalam skrining prakonsepsi.
Bagi Wanita Usia Subur, maka akan ada pengetahuan dalam rangka persiapan
kehamilan dari segi Gizi dan kehidupan pranikah yang sehat. Tak lupa kami
menyelipkan bagaimana proses fertilisasi itu dapat terjadi agar meminimalisir
resiko adanya celah pertengkaran dan kesalah pahaman antar pasangan yang
terjadi jika memang Tuhan belum menakdirkan kehamilan muncul di usia awal
pernikahan.