Cover Buku ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA KASUS STROKE: PENDEKATAN SDKI, SLKI, SIKI (3S)

ISBN : 978-623-8411-42-9

Author:

Nabilah Siregar, S.Kep., Ns., M.Kep
Wulan Sari Purba, S.Kep., Ns., M.N.S

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA KASUS STROKE: PENDEKATAN SDKI, SLKI, SIKI (3S)

Sinopsis

Stroke merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di masyarakat khususnya pada kelompok yang memasuki usia lansia. Stroke menjadi penyebab ketiga tingginya angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) di dunia. Klien dengan penyakit ini mengalami gangguan atau kelainan pada saraf (gangguan neurologis) yang terjadi mendadak akibat rusaknya jaringan otak yang berasal dari pembuluh darah otak. Berdasarkan penyebabnya, stroke terbagi menjadi stroke iskemik (akibat penyumbatan pembuluh darah otak) dan stroke hemoragik (akibat pecahnya pembuluh darah otak).

Klien stroke khususnya yang mengalami stroke akut akan menunjukkan gejala-gejala seperti sakit kepala, muntah penurunan kesadaran, kelemahan atau kelumpuhan salah satu sisi tubuh, gangguan kognitif, gangguan penglihatan, gangguan bahasa, dan lainnya. Klien stroke perlu dilakukan penilaian cepat agar klien cepat mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Adapun penilaian atau deteksi dini klien stroke di luar rumah sakit (pre hospital) dapat dilakukan dengan berbagai teknik salah satunya metode FAST. Metode ini memandu keluarga untuk menilai Facial (adakah ketidaksimetrisan atau kelumpuhan salah satu sisi wajah), Arm (Kelemahan/kelumpuhan lengan atau ekstremitas atas), Speech (kemampuan berbicara) dan Time segera membawa ke rumah sakit jika ditemukan gejala dalam waktu kurang dari 4,5 jam setelah serangan (onset).

Asuhan keperawatan gawat darurat pada klien stroke diawali dengan melakukan pengkajian gawat darurat yaitu pengkajian primer dan sekunder serta triage, kemudian menegakkan diagnosa keperawatan. Masalah keperawatan yang umumnya muncul pada klien stroke seperti: penurunan kapasitas adaptif intrakranial, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, gangguan menelan, defisit nutrisi, dan gangguan komunikasi verbal. Langkah perawat selanjutnya yaitu menentukan intervensi, melakukan implementasi dan evaluasi berdasarkan diagnosa yang ditegakkan.