ISBN : 978-623-8411-42-9
Stroke merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di
masyarakat khususnya pada kelompok yang memasuki usia lansia.
Stroke menjadi penyebab ketiga tingginya angka kesakitan
(morbiditas) dan kematian (mortalitas) di dunia. Klien dengan
penyakit ini mengalami gangguan atau kelainan pada saraf
(gangguan neurologis) yang terjadi mendadak akibat rusaknya
jaringan otak yang berasal dari pembuluh darah otak. Berdasarkan
penyebabnya, stroke terbagi menjadi stroke iskemik (akibat
penyumbatan pembuluh darah otak) dan stroke hemoragik (akibat
pecahnya pembuluh darah otak).
Klien stroke khususnya yang mengalami stroke akut akan
menunjukkan gejala-gejala seperti sakit kepala, muntah penurunan
kesadaran, kelemahan atau kelumpuhan salah satu sisi tubuh,
gangguan kognitif, gangguan penglihatan, gangguan bahasa, dan
lainnya. Klien stroke perlu dilakukan penilaian cepat agar klien cepat
mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Adapun penilaian
atau deteksi dini klien stroke di luar rumah sakit (pre hospital) dapat
dilakukan dengan berbagai teknik salah satunya metode FAST.
Metode ini memandu keluarga untuk menilai Facial (adakah
ketidaksimetrisan atau kelumpuhan salah satu sisi wajah), Arm
(Kelemahan/kelumpuhan lengan atau ekstremitas atas), Speech
(kemampuan berbicara) dan Time segera membawa ke rumah sakit
jika ditemukan gejala dalam waktu kurang dari 4,5 jam setelah
serangan (onset).
Asuhan keperawatan gawat darurat pada klien stroke diawali
dengan melakukan pengkajian gawat darurat yaitu pengkajian
primer dan sekunder serta triage, kemudian menegakkan diagnosa
keperawatan. Masalah keperawatan yang umumnya muncul pada klien stroke seperti: penurunan kapasitas
adaptif intrakranial,
bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan mobilitas fisik,
gangguan menelan, defisit nutrisi, dan gangguan komunikasi verbal.
Langkah perawat selanjutnya yaitu menentukan intervensi,
melakukan implementasi dan evaluasi berdasarkan diagnosa yang
ditegakkan.