ISBN : 978-623-8775-67-5
Buku Ajar Keperawatan Dewasa Sistem Muskuloskeletal, Integumen, Persepsi Sensori
dan Persarafan disusun berdasarkan kurikulum Pendidikan Sarjana Keperawatan yang
dikeluarkan AIPVIKI. Pokok Bahasan dalam buku ini terdiri dari beberapa Bab yang
meliputi Pengkajian dan Diagnosa Keperawatan, Intervensi Keperawatan, Asuhan
keperawatan pasien dengan aman dan nyaman, pendidikan serta upaya pencegahan
masalah,serta peran dan fungsi perawatan serta fungsi advokasi pada pasien dengan
gangguan sistem Muskuloskeletal, Integumen, Persepsi Sensori.
Pada Bab 1 tentang
pengkajian Keperawatan Dewasa dengan Sistem Muskuloskeletal, Integumen, Persepsi
Sensori dan Persarafan dimana penulis menjelaskan tentang pengkajian, pemeriksaan
fisik, masalah keperawatan serta intervensi keperawatan.
Bab 2 menjelaskan tentang Intervensi Keperawatan Body Mechanic, Intervensi
Keperawatan Ambulasi Dini, Intervensi Keperawatan Penggunaan alat bantu jalan, ,
Intervensi Keperawatan Fiksasi dan Immobilisasi, Intervensi Keperawatan Range of
Motion Exercise, Intervensi Wound Care, Intervensi Irigasi mata, Intervensi tetes mata,
Intervensi Irigasi telinga, Intervensi tetes telinga dan, Intervensi Pemeriksaan fisik
neurologi Dasar.
Bab 3 menjelaskan Asuhan keperawatan pada pasien aman dan nyaman, manajemen
hiportemia, manajemen nyeri, intervensi keperawatan pada pasien ansietas serta hasil
penelitian manajemen hipotermia, manajemen nyeri dan Anxietas.
Bab 4 menjelaskan tentang Pendidikan Kesehatan dan upaya pencegahan masalahpada
gangguan Sistem Muskuloskeletal, Integumen, Persepsi Sensori dan Persarafan yang
berisikan upaya pencegahan primer, sekunder dan tertier pada system Muskuloskeletal,
upaya pencegahan primer, sekunder dan tertsier system integument, upaya pencegahan
primer, sekunder dan tertsier system Persepsi Sensori dan upaya pencegahan primer,
sekunder dan tertsier sistem persarafan.
Bab 5 menjelaskan tentang peran dan fungsi perawatan serta fungsi advokasi pada kasus
gangguan system Muskuloskeletal, fungsi advokasi pada kasus gangguan system
Integumen, fungsi advokasi pada kasus gangguan system Persepsi Sensori, fungsi
advokasi pada kasus gangguan system persarafan.